program studikasus;
{$APPTYPE CONSOLE}
uses
SysUtils;
var
pil:integer;
procedure data_diri;
var
nm:string;
t: string;
tl: integer;
begin
writeln;
writeln('---------------------- DATA DIRI----------------------');
write(' Nama : '); readln(nm);
write(' Tempat Lahir : '); readln(t);
write(' Tanggal Lahir : '); readln(tl);
readln;
end;
procedure jabatan;
begin
writeln(' Direktur : 1');
writeln(' Manager : 2');
writeln(' staff : 3');
writeln;
Writeln('-------SILAKA MASUKAN PILIHAN------------');
writeln;
write(' Masukan Pilihan : '); readln(pil);
writeln;
end;
procedure gaji;
var
gp:integer;
t2:real;
tl2:real;
begin
if pil=1 then
begin
gp:=3000000;
t2:=2/10*gp;
end
else
if pil=2 then
begin
gp:=2500000;
t2:= 3/10*gp;
end
else
if pil=3 then
begin
gp:=1800000;
t2:=4/10*gp;
end;
tl2:=gp+t2;
writeln(' Gaji : ',gp);
writeln(' tunjangan : ',t2:4:2);
writeln(' total gaji : ',tl2:4:2);
readln;
end;
{utama}
var
a:char;
begin
writeln('*********************** PROGRAM GAJI *****************');
a:='Y';
while a='Y' do
begin
data_diri;
jabatan;
gaji;
writeln(' -------------------PENGULANGAN-----------------');
write(' mengulang atau tidak[Y/T] : '); readln(a);
end;
end.
Sabtu, 16 November 2013
Jumat, 01 November 2013
Studi kasus Algoritma
salam super semua..
sudah lama nggak update di blog ni..
:)
oh ya kali ini saya akan share mengenai studi kasus ok langsung saja kita lihat programnya..
sekian dari saya...
klo igin bertanya silakan comen,,
makasih...
sudah lama nggak update di blog ni..
:)
oh ya kali ini saya akan share mengenai studi kasus ok langsung saja kita lihat programnya..
program STUDI_KASUS;
{$APPTYPE CONSOLE}
uses
SysUtils;
const
dp=50000;
var
no,nm,alm,pil:string;
bk,um,sb,tb,tb2:Integer;
begin
writeln('=====Aplikasi Penerimaan Siswa animashie Course=======');
writeln('======================================================');
Writeln;
Writeln('Tabel Biaya Kursus :');
Writeln('======================================================');
Writeln('= Nama Kursus = Biaya = Kode =');
Writeln('======================================================');
Writeln('= Kursus Aplikasi Perkantoran = Rp. 250.000 = 1 =');
Writeln('= Kursus Pemrograman Web = Rp. 350.000 = 2 =');
Writeln('= Kursus Teknisi Komputer = Rp. 300.000 = 3 =');
Writeln('= Kursus Pemrograman Visual = Rp. 350.000 = 4 =');
Writeln('======================================================');
Writeln('= NB : Uang Pendaftaran = Rp. 50.000 =');
Writeln('======================================================');
Writeln;
Writeln('================Input Data Siswa======================');
Writeln;
write('No Reg : '); readln(no);
write('Nama Siswa : '); readln(nm);
write('Alamat Siswa : '); readln(alm);
write('Pilihan Kursus : '); readln(pil);
if pil='1' then
bk:=250000
else
if pil='2' then
bk:=350000
else
if pil='3' then
bk:=300000
else
if pil='4' then
bk:=350000;
Writeln('===================Pembayaran=========================');
writeln('Biaya Kursus : Rp. ',bk);
Writeln('Uang Pendaftaran: Rp. ',dp);
Writeln('======================================================');
tb2:=bk+dp;
Writeln('Total Biaya : Rp. ',tb2);
Writeln('======================================================');
write('Uang Muka : Rp. '); readln(um);
Writeln;
if um > bk then
Writeln('Pesan Error : "Uang Muka Yang Anda Input Lebih Besar dari Biaya Kursus"')
else
begin
Writeln;
Writeln('=================Struk Pembayaran====================');
Writeln('=====================================================');
Writeln('=====Data Pribadi Siswa==============================');
Writeln(' No Reg : ',no);
Writeln(' Nama Siswa : ',nm);
Writeln(' Alamat Siswa : ',alm);
Writeln('=====================================================');
Writeln('=========Pembayaran==================================');
Writeln(' Biaya Kursus : Rp. ',bk);
Writeln('=====================================================');
Writeln(' Uang Pendaftarn: Rp. ',dp);
Writeln(' Uang Muka : Rp. ',um);
Writeln('=====================================================');
tb:=um+dp;
Writeln(' Total Bayar : Rp. ',tb);
sb:=bk-um;
writeln(' Sisa Bayar : Rp. ',sb);
Writeln('=====================================================');
Writeln('= NB : Total Bayar = Uang Pendaftaran + Uang Muka =');
Writeln('=====================================================');
end;
readln;
end.
sekian dari saya...
klo igin bertanya silakan comen,,
makasih...
Rabu, 23 Oktober 2013
Dalam Sehari BBM Lintas Platform Diunduh 10 Juta Kali
DREAMERSRADIO.COM - Walaupun sempat mengalami penundaan, tetapi BlackBerry Messenger atau BBM lintas platform masih dinantikan. Hal ini pun dibuktikan, ketika satu hari setelah resmi diluncurkan, aplikasi ini langsung diunduh hingga 10 juta kali.
Dilansir dari Phonearena, Andrew Bocking selaku kepala BBM mengklaim kalau aplikasi tersebut telah menjadi nomor satu dalam toko aplikasi online di 75 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Indonesia dan Timur Tengah.
“Kami senang sekali mendapatkan sambutan yang positif di Play Store dan App Store. Faktanya, 60 ribu dari 87 ribu reviewers memberikan bintang lima di Google Play Store,” tutur Bocking dalam blog resminya.
Menurutnya, ia sebetulnya sudah memprediksi akan terjadi lonjakan download dalam semalam untuk BBM lintas platform tersebut. Sebelumnya dia mencatat ada 1 juta orang yang menginstal aplikasi BBM di Android secara tak resmi.
“Ini belum termasuk jutaan pengguna lainnya di iPhone dan enam juta orang yang sudah melakukan pre registrasi sebelumnya,” terangnya.
Kendati sudah mencatatkan angka yang luar biasa dalam hal jumlah download. Pihak BlackBerry berjanji akan terus melakukan perbaikan agar layanan BBM ini selalu prima
Kamis, 26 September 2013
Hot News(Info terkini)
"Awas, Bahaya Jejaring Sosial Hantui Manusia"
CALIFORNIA - Pernahkah Anda berpikir tentang semua data yang diberikan saat mendaftar jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, atau lainnya bisa menjadi petaka bagi diri sendiri? Analis mengatakan jejaring sosial bisa dibilang sama berbahayanya dari para hacker atau pencuri data.
Bagaimana tidak, seseorang diharuskan menulis berbagai data pribadi saat mendaftar ke jejaring sosial. Mulai dari nama lengkap, tanggal lahir, tempat tinggal, hingga sejarah tempat bersekolah dan bekerja. Bahkan lebih lagi, jejaring sosial Facebook telah mengadaptasi teknologi pendeteksi wajah yang dapat mengenali penggunanya lewat foto.
Hal ini diucapkan oleh Chief Privacy Officer Facebook, Erin Egan, yang menjelaskan tentang kebijakan privasi perusahaan media sosial populer di dunia. Erin memperkenalkan tentang teknologi terbaru pengenal wajah lewat foto. Jika ingin berpikir kritis, sebagaimana dikutip CNet, Kamis (12/9/2013), kata-kata Erin bisa ditranslasikan menjadi, "Kami akan menggunakan semua data yang Anda berikan, termasuk wajah Anda, untuk menghasilkan uang bagi kami."
Tapi tak hanya Facebook yang melakukan hal ini, melainkan berbagai jejaring sosial lain bahkan layanan penyedia email dari Google. Gmail memiliki kebijakan privasi tersendiri yang menyebutkan pengguna email tak berhak apapun terhadap email yang dikirim lewat Gmail akan diperiksa lebih dulu oleh Google.
Menyoal hal tersebut, kebijakan privasi Google pernah dimejahijaukan oleh badan pengawas hak privasi, Consumer Watchdog. Namun hasilnya, Google tetap akan memeriksa tiap email yang dikirim melalui atau ke akun Gmail seseorang.
Beberapa minggu lalu, perusahaan sistem keamanan High Tech Bridge pernah menguji sejauh mana media sosial membuka lampiran yang ada pada pesan pribadi penggunanya. Hasil menyebutkan, enam dari 50 media sosial yang diuji melakukan pengecekan terhadap lampiran dalam pesan pribadi penggunanya. Tiga di antaranya adalah Google, Facebook, dan Twitter.
Hal ini, masih menurut sumber yang sama, tak ada bedanya dengan apa yang dilakukan oleh badan intelijen Amerika, National Security Agency (NSA). Intel Amerika melakukan pengintaian dan penyadapan pada banyak perusahaan dan bahkan sampai privasi seseorang. Kendati demikian, jawaban yang dipegang oleh Google, Facebook, Apple, Twitter, dan NSA sama sekali tiada beda: "Percayalah pada kami. Kami hanya melakukan tugas kami. Dan kami tahu mana yang benar dan salah,"
Silakan download Link dibawah ini untuk ms word
download
Rabu, 25 September 2013
Teknologi Informasi
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI : KONSEP DAN PERKEMBANGANNYA
Pendahuluan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
sebagai bagian dari ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara
umum adalah semua yang teknologi
berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan
penyajian informasi (Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006: 6). Tercakup
dalam definisi tersebut adalah semua perangkat keras, perangkat lunak,
kandungan isi, dan infrastruktur komputer maupun (tele)komunikasi. Istilah TIK
atau ICT (Information and Communication
Technology), atau yang di kalangan negara Asia berbahasa Inggris disebut
sebagai Infocom, muncul setelah
berpadunya teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya)
dan teknologi komunikasi sebagai sarana penyebaran informasi pada paruh kedua
abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang sangat pesat, jauh
melampaui bidang-bidang teknologi lainnya. Bahkan sampai awal abad ke-21 ini,
dipercaya bahwa bidang TIK masih akan terus pesat berkembang dan belum terlihat
titik jenuhnya sampai beberapa dekade mendatang. Pada tingkat global,
perkembangan TIK telah mempengaruhi seluruh bidang kehidupan umat manusia.
Intrusi TIK ke dalam bidang-bidang teknologi lain telah sedemikian jauh
sehingga tidak ada satupun peralatan hasil inovasi teknologi yang tidak
memanfaatkan perangkat TIK.
Membicarakan pengaruh TIK pada berbagai
bidang lain tentu memerlukan waktu diskusi yang sangat panjang. Dalam makalah
ini, kaitan TIK dengan proses pembelajaran disoroti lebih dibanding dengan
kaitannya dengan bidang lain. Tanpa mengecilkan pengaruh TIK di bidang lain,
bidang pembelajaran mendapatkan manfaat lebih dalam kaitannya dengan kemampuan
TIK mengolah dan menyebarkan informasi.
Perkembangan TIK
Bila dilacak ke belakang, terdapat beberapa
tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap
eksistensi TIK saat ini. Pertama adalah temuan telepon oleh Alexander Graham
Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian ditindaklanjuti dengan penggelaran
jaringan komunikasi dengan kabel yang melilit seluruh daratan Amerika, bahkan
kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi trans-atlantik. Inilah
infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global.
Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terealisasi transmisi
suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama (Lallana, 2003:5).
Komunikasi suara tanpa kabel segera berkembang pesat, dan kemudian bahkan
diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran
televisi pada tahun 1940-an. Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun
1943, yang kemudian diikuti oleh tahapan miniaturisai komponen elektronik
melalui penemuan transistor pada tahun 1947, dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957.
Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan soko guru TIK saat ini,
mendapatkan momen emasnya pada era perang dingin. Persaingan IPTEK antara blok
Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (eks Uni Sovyet) justru memacu
perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian
elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang.
Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada
puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi ‘otak’
perangkat keras komputer, dan terus berevolusi sampai saat ini.
Di lain pihak, perangkat telekomunikasi
berkembang pesat saat mulai diimplementasi-kannya teknologi digital
menggantikan teknologi analog yang mulai menampakkan batas-batas maksimal
pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian
berkonvergensi dengan perangkat komputer yang dari awal merupakan perangkat
yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat
ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi
dan komputasi inilah kandungan isi (content) berupa multimedia, mendapatkan
tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi
telekomunikasi-komputasi-multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21,
sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri
menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti ‘otot’ manusia maka revolusi digital
(karena konvergensi telekomunikasi-komputasi-multimedia terjadi melalui
implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau
setidaknya meningkatkan kemampuan) ‘otak’ manusia.
Indonesia pernah menggunakan istilah telematika
(telematics) untuk maksud yang kurang
lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematics sebagai telecommunication+informatics
(telekomunikasi+informatika) meskipun sebelumnya kata itu
bermakna science of data transmission.
Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi
membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia,
termasuk bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi
proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan,
sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk
melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat, juga dapat
difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon
berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory,
e-education, e-library dan sebagainya. Awalan e- bermakna electronics
yang secara implisit dimaknai berdasar
teknologi elektronika digital.
Kebijakan Nasional bidang TIK
Menyadari pentingnya TIK sebagai bidang
yang berperan besar dalam pembangunan nasional, Kementerian Negara Riset dan
Teknologi memberikan arahan sektor-sektor yang diprioritaskan untuk
dikembangkan melalui kegiatan riset, antara lain: infrastruktur informasi,
perangkat lunak, kandungan informasi (information
content), pengembangan SDM dan kelembagaan, pengembangan regulasi dan
standarisasi (Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006: 5).
Infrastruktur Informasi
Infrastruktur informasi terdiri atas
beberapa aspek yang seluruhnya harus dibangun secara paralel dan saling
menunjang. Aspek pertama adalah jaringan fisikyang berfungsi sebagai jalan raya
informasi baik pada tingkat jaringan tulang-punggung maupun tingkat akses
pelanggan. Jaringan tulang punggung harus mampu menghubungkan seluruh daerah
Indonesia sampai wilayah pemerintahan terkecil. Pada tingkat akses pelanggan
harus memungkinkan tersedianya akses yang murah dan memadai bagi masyarakat
luas.
Aspek kedua menekankan pada kemanfaatan
sebesar-besarnya pengelolaan sumber informasi bagi seluruh komponen masyarakat.
Kondisi ini dapat dicapai melalui diwujudkannya interoperabilitas sumber daya
informasi yang tersebar luas sehingga dapat dimanfaatkan secara efisien dan
efektif oleh seluruh pemangku kepentingan.
Aspek terakhir adalah pengembangan
perangkat keras, baik di sisi jaringan maupun di sisi terminal. Pengembangan
ini harus dirancang berdasarkan kebutuhan dan kondisi jaringan yang ada di
Indonesia, dengan mengadopsi sistem terbuka dan menanamkan tingkat kecerdasan
tertentu untuk memudahkan integrasi sistem dan pengembangannya di masa depan.
Perangkat Lunak
Pengembangan perangkat lunak diarahkan pada
realisasi sistem aplikasi yang mampu menunjang proses transaksi ekonomi yang
cepat dan aman, serta pengambilan keputusan yang benar dan cepat. Harga yang
terjangkau dan daya saing pada tingkat internasional merupakan salah satu
kriteria yang dipersyaratkan, khususnya mendukung kebijakan substitusi impor.
Perangkat lunak sistem operasi dengan
kehandalan tinggi dan kebutuhan sumber daya memori maupun prosesor yang minimal
serta fleksibel terhadap perangkat keras maupun program aplikasi yang baru,
merupakan prioritas yang harus dikembangkan. Program aplikasi juga perlu
dikembangkan, terutama yang terkait dengan sektor perekonomian, industri,
pendidikan, maupun pemerintahan.
Dalam mempercepat pengembangan dan
pendayagunaan perangkat lunak, perlu pula ditinjau implementasi konsep open source. Penerapan konsep open source ini diharapkan mampu
menggalakkan industri perangkat lunak dengan partisipasi seluruh lapisan
masyarakat tanpa melakukan pelanggaran hak cipta.
Kandungan Informasi
Kegiatan pengembangan kandungan informasi (information content) bertujuan melakukan penataan, penyimpanan, dan
pengolahan informasi yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi proses
pembangunan, pengorganisasian,
pencarian, dan pendistribusian informasi.
Kegiatan riset dan pengembangan kandungan
informasi diawali dengan pemetaan berbagai potensi dan informasi nasional
beserta pemodelan proses information retrieval. Dengan demikian implementasi information
repository dan information sharing
merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pemanfaatan
maksimal kandungan informasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan
potensi lokal, akumulasi kekayaan seni dan budaya Indonesia yang beraneka ragam dapat pula dieksploitasi
sebesar-besarnya untuk menghasilkan produk-produk seni budaya yang
berbasis multimedia.
Pengembangan SDM
Dalam pengembangan Sumber Daya Manusia
(SDM) diperlukan upaya peningkatan kemandirian dan keunggulan, yang salah
satunya adalah dengan mengembangkan sistem pendidikan dan pelatihan untuk
membentuk keahlian dan keterampilan masyarakat dan peneliti dalam bidang
teknologi yang strategis serta mengantisipasi timbulnya kesenjangan keahlian
sebagai akibat kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi dan
komunikasi.
Pengembangan Regulasi dan Standarisasi
Program kajian regulasi meliputi penyusunan
Undang-Undang dan penyempurnaan berbagai kebijakan terkait bidang teknologi
informasi, komunikasi dan broadcasting.
Salah satunya adalah penyempurnaan Cetak Biru Telekomunikasi dan UU
Telekomunikasi No. 36/1999 yang sudah mulai ketinggalan dengan perkembangan
teknologi dan tuntutan masyarakat. Penyelesaian Rancangan UU tentang Informasi
dan Transaksi Elektronik dan berbagai UU lain yang dapat mendorong pertumbuhan aplikasi IT sangatlah diharapkan
realisasinya pada tahun 2005-2025. Termasuk dalam kerangka regulasi ini adalah
mempercepat terlaksananya proses kompetisi yang sebenar-benarnya dalam
penyediaan jasa telekomunikasi sehingga dapat memberikan perbaikan kondisi
layanan, kemudahan bagi pengguna jasa, serta harga yang ekonomis.
TIK dalam Pembelajaran
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di
Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan
siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan sebagai upaya melakukan
penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh
nusantara, merupakan wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan
teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran
radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya interaksi imbal-balik yang
seketika. Siaran bersifat searah, dari nara sumber belajar atau fasilitator
kepada pembelajar.
Introduksi komputer dengan kemampuannya
mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan movie) memberikan peluang baru untuk mengatasi
kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya
mampu memberikan informasi searah (terlebih-lebih bila materi tayangannya
adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet
memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed).
Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara
sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus
berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan berdasar teknologi Internet,
memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan
komputer. Selain aplikasi puncak seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih
sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK
saat ini.
Buku Elektronik
Buku elektronik atau ebook adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk
menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Ke
dalam ebook dapat diintegrasikan
tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan
dengan buku konvensional.
Jenis ebook
paling sederhana adalah yang sekedar memindahkan buku konvensional menjadi
bentuk elektronik yang ditayangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusan
buku dapat disimpan dalam satu keping CD atau compact disk (kapasitas sekitar 700MB), DVD atau digital versatile disk (kapasitas 4,7 sampai 8,5 GB), ataupun flashdisk (saat ini kapasitas yang
tersedia sampai 4 GB). Bentuk yang lebih kompleks dan memerlukan rancangan yang
lebih cermat ada pada misalnya Microsoft
Encarta dan Encyclopedia Britannica
yang merupakan ensiklopedi dalam format multimedia. Format multimedia
memungkinkan ebook menyediakan tidak
saja informasi tertulis tetapi juga suara, gambar, movie dan unsur multimedia lainnya. Penjelasan tentang satu jenis
musik, misalnya, dapat disertai dengan cuplikan suara jenis musik tersebut
sehingga pengguna dapat dengan jelas memahami apa yang dimaksud oleh penyaji.
E-learning
Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya,
menyatakan bahwa e-learning meliputi
pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal yang menggunakan
jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar,
interaksi, dan/atau fasilitasi (Tinio, tt: 4). Untuk pembelajaran yang sebagian
prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet, sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik
(SEAMOLEC, 2003:1). Meski beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan
memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi
informasi. Dalam definisi tersebut tercakup siaran radio maupun televisi
pendidikan sebagai salah satu bentuk e-learning.
Meskipun per definisi radio dan televisi
pendidikan adalah salah satu bentuk e-learning,
pada umumnya disepakati bahwa e-learning
mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet. Internet-based learning atau web-based learning dalam bentuk paling
sederhana adalah web-site yang
dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan
pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh nara sumber atau
fasilitator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan, dapat pula disediakan mailing-list khusus untuk situs
pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi.
Fasilitas e-learning yang lengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang
disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau LMS (learning management system). LMS mutakhir berjalan berbasis
teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke
internet (Hari Wibawanto, 2006). Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan
siswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses
pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan
komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini
memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di
antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik
atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh email, kanal chatting, atau melalui video
conference.
Aplikasi Lain
Selain e-book
dan fasilitas e-learning, berbagai
aplikasi lain bermunculan (dan kadang saling berintegrasi sehingga menimbulkan
sinergi) sebagai dampak ikutan perkembangan TIK terutama internet.
E-zine dari kata e-magazine,
merupakan bentuk digital dari majalah konvensional. Penerbitan majalah
berformat digital memungkinkan ditekannya ongkos produksi (karena tidak perlu
mencetak) dan distribusi (karena sekali diupload
ke server, seluruh dunia bisa mengaksesnya). Pemutakhiran isinya juga dapat
dilakukan dengan sangat cepat sehingga perkembangan mutakhir dapat disajikan
dengan lebih cepat. Termasuk dalam kategori e-zine
ini adalah e-newspaper yang berfokus
pada berita terkini dan e-journal
yang memfokuskan diri pada laporan hasil-hasil penelitian.
E-laboratory, merupakan bentuk digital dari fasilitas dan proses-proses
laboratorium yang dapat disimulasikan secara digital. Pada dasarnya, perangkat
lunak ini adalah perangkat lunak animasi dan simulasi yang dapat dikemas dalam
keping CD, DVD maupun disajikan pada web-site
sebagai web-based application
(perangkat lunak yang berjalan pada jaringan internet).
Blog atau weblog adalah perkembangan mutakhir di bidang web-based application. Ide semula adalah menyediakan fasilitas electronic diary atau buku harian
elektronik untuk remaja. Pengguna dapat mengisi buku harian tersebut semudah
menulis email, mengunggah (upload) ke
server hanya dengan meng-klik ikon, dan hasilnya adalah tayangan tulisan di
layar browser. Pemakai internet di
manapun berada dapat melihat publikasi tersebut dengan mengakses alamat situs,
misalnya: http://hariwibawanto.wordpress.com.
Dari sisi kandungan isi, blok sekarang banyak berisi gagasan, ide, dan opini
pribadi tentang satu masalah yang menarik secara subyektif. Meskipun akurasi
informasi yang tersaji masih bisa diperdebatkan, tetapi yang penting adalah
blog memungkinkan seseorang tanpa pengetahuan desain web-site dapat dengan mudah membuat web-site pribadi dan mengelola maupun memutakhirkan isinya dengan
sangat mudah. Kemudahan lain adalah tersedianya banyak server blog gratis.
Dalam konteks pemanfaatannya bagi proses pembelajaran, kandungan isi blog
pembelajar, misalnya, dapat menjadi umpan balik bagi fasilitator.
Konteks Lokal: Universitas Negeri Semarang
Salah satu syarat awal keterlibatan sivitas
akademika dalam dunia TIK modern adalah computer literate atau melek komputer.
Pendekatannya bisa top-down (dari
dosen turun ke mahasiswa) atau sebaliknya bottom-up
(dari mahasiswa naik ke dosen), atau dua-duanya berjalan simultan. Pendekatan
ketiga itulah yang secara alami terjadi di Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Penetrasi budaya masyarakat informasi yang ditularkan oleh perguruan tinggi
besar di Indonesia maupun luar negeri telah menjadikan sebagian dosen melek komputer dan melek internet lebh dulu dari rekan-rekannya yang lain. Aset inilah
yang secara alami melalui proses interaksi saling memerlukan, menjadi sarana
persebaran keterampilan (dan budaya) menggunakan komputer dan internet.
Penggarapan lebih serius dilakukan oleh UPT
Sumber Belajar dan Media melalui kegiatan-kegiatan pelatihan produksi
multimedia, perancangan situs web, dan sebagainya, yang berlangsung sejak tahun
2000. Dalam kegiatan-kegiatan pelatihan itulah dilakukan pengenalan pemanfaatan
komputer untuk pembelajaran, sehingga menimbulkan gairah belajar-mengajar
dengan fasilitas komputer.
Sejak itu, mulailah masing-masing jurusan
maupun program studi menyediakan fasilitas laboratorium komputer maupun
laboratorium produksi multimedia. Kebutuhan yang mendesak terhadap akses
internet mulai dilayani oleh warung internet yang bekerjasama dengan UPT
Perpustakaan, kemudian disusul oleh layanan serupa di Jurusan Fisika, Jurusan
Ekonomi, dan Jurusan Teknik Elektro.
Menyadari pentingnya akses Internet dan
fasilitas pembelajaran berbasis TIK lainnya, maka pada tahun 2006, melalui
program hibah kompetisi INHERENT Unnes berupaya menyatukan jaringan-jaringan
komputer lokal yang ada di 8 fakultas dengan menggunakan back-bone serat optik. Upaya itu berhasil dilakukan setelah Unnes
memenangkan hibah INHERENT (Unnes, 2006). Penyatuan jaringan lokal tersebut
memungkinkan dioperasikannya sistem informasi online yang mulai tahun 2007 dimanfaatkan sebagai sarana heregistrasi, yudisium, dan pengisian
KRS secara online. Pengembangan
selanjutnya adalah menyatukan beberapa kampus Unnes yang berada di lokasi lain
(misalnya: Program Pascasarjana di Bendan Ngisor dan PGSD di Karanganyar)
menjadi satu jaringan dengan kampus pusat di Gunungpati. Sayangnya,
keterbatasan anggaran rutin yang disediakan Unnes menjadikan rencana-rencana
tersebut hanya dapat dilaksanakan dengan mengandalkan dana-dana dari program
hibah kompetisi. Tim-tim yang dibentuk
oleh Unnes mendapat tugas berat untuk mengajukan dan mempertahankan proposal
yang diajukan ke Direktorat Pendidikan Tinggi, bersaing dengan ratusan
perguruan tinggi lain (negeri maupun swasta), agar dapat didanai.
Beberapa permasalahan yang ditengarai
menjadi tantangan pemanfataan TIK bagi pembelajaran di Unnes antara lain
adalah:
- Adanya digital divide dalam konteks lokal Unnes sendiri. Ada kesenjangan antara mahasiswa yang memperoleh kekayaan informasi lebih dengan mahasiswa yang memiliki akses informasi terbatas, baik akibat belum meratanya ketersediaan fasilitas, kurangnya keterampilan mengakses informasi, kurangnya dukungan finansial, maupun oleh sebab-sebab lain yang belum bisa diidentifikasi. Kesenjangan digital ini juga terjadi pada level dosen dan sivitas akademika lainnya.
- Adanya resistansi atau penolakan baik yang bersifat statik (berupa sifat malas berubah dan malas belajar) maupun agresif (perlawanan, karena menjadi pihak yang ‘dirugikan’).
- Ketergantungan pada sumber dana yang berasal dari hibah kompetisi menjadikan perkembangan TIK di Unnes tidak selalu berjalan sesuai skenario ideal. Hal itu disebabkan setiap program hibah yang diluncurkan Dikti senantiasa memiliki arah dan fokus sendiri, dan tidak selalu bisa dikaitkan dengan implementasi TIK.
Peluang-peluang di Masa Depan
Pada Kurikulum Berbasis Kompetensi maupun
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, termuat mata ajaran Teknologi Informasi
dan Komunikasi untuk SMP/MI maupun SMA/SMK/MA/MAK. Sampai saat ini belum ada
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan yang menghasilkan guru dengan
spesialisasi pengajar Teknologu Informasi dan Komunikasi. Sebagian besar guru
TIK di lapangan adalah guru yang berasal dari bidang keahlian kependidikan lain
yang kebetulan ‘bisa mengoperasikan komputer’ atau bahkan sarjana-sarjana
komputer. Ini merupakan peluang bagi LPTK seperti Unnes, baik dengan membuka
secara khusus program studi yang terkait dengan TIK ataupun membekali calon
guru dengan keterampilan TIK yang memadai sehingga tidak gamang menghadapi
penugasan sebagai guru TIK.
Ladang garapan lain yang seharusnya digarap
LPTK seperti Unnes adalah bidang pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran.
Kiranya program studi Kurikulum dan Teknologi Pendidikan (dengan penekanan pada
frasa terakhir, Teknologi Pendidikan)
tepat untuk menggarap bidang tersebut. Berikut adalah sebagian dari daftar
panjang bidang-bidang yang seharusnya digarap Unnes sebagai LPTK:
·
Kajian desain dan implementasi
bahan ajar multimedia;
·
Kajian teori-teori belajar
terkait proses pembelajaran online;
·
Kajian eksploratif pemanfaatan
jaringan Internet dalam proses pembelajaran;
·
Desain dan implementasi
perangkat lunak pembelajaran dengan berlandaskan pada teori belajar mutakhir;
·
Pemanfaatan secara kreatif
aplikasi-aplikasi berbasis internet yang telah ada menjadi alat bantu
pembelajaran;
·
Kajian pemanfaatan chatting, blogging, maupun teleconferencing pada proses
pembelajaran;
Penutup
Sebagai institusi yang menghasilkan guru
dan tenaga kependidikan lainnya, Unnes masih perlu membenahi dan terus
memperbaiki infrastruktur terkait teknologi informasi dan komunikasi. Perbaikan
infrastruktur TIK ini merupakan keniscayaan, mengingat pesatnya perkembangan
TIK pada umumnya dan yang terkait dengan proses pembelajaran pada khususnya.
Selain perbaikan infrastruktur, rekayasa sosial untuk mendekatkan sivitas
akademika dengan TIK perlu dilakukan mengingat bahwa adopsi teknologi hanya
berhasil baik apabila disertai dengan penyesuaian-penyesuaian budaya maupun
kebiasaan yang dibawa serta oleh teknologi tersebut.
silakan download link ini
PENGERTIAN DAN PENJELASAN SISTEM INFORMASI
GAMBARAN UMUM SISTEM
INFORMASI
A. GAMBARAN SISTEM INFORMASI
Banyak aktivitas manusia yang berhubungan dengan sistem informasi. Tak
hanya di negara-negara maju, di Indonesia pun sistem informasi telah banyak
diterapkan dimana-mana, seperti di kantor, di pasar swalayan, di bandara, dan
bahkan di rumah ketika pemakai bercengkerama dengan dunia internet. Entah
disadari atau tidak, sistem informasi telah banyak membantu manusia.
Ada bermacam-macam sistem informasi, antara lain :
·
Sistem reservasi pesawat terbang : digunakan
dalam biro perjalanan untuk melayani pemesanan/pembelian tiket.
·
Sistem biometrik yang dapat mencegah orang yang
tidak berwenang memasuki fasilitas-fasilitas rahasia atau mengakses informasi yang bersifat rahasia
dengan cara menganalisa sidik jari atau retina mata.
·
Sistem POS (Point-Of-Sale)
yang diterapkan pada kebanyakan pasar swalayan dengan dukungan pembaca barcode untuk mempercepat pemasukan
data.
·
Sistem telemetri atau pemantauan jarak jauh yang
menggunakan teknologi radio, misalnya untuk mendapatkan suhu lingkungan pada
gunung berapi atau memantau getaran pilar jembatan rel kereta api.
·
Sistem berbasiskan kartu cerdas (smart card) yang dapat digunakan oleh
juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit
karena di dalam kartu tersebut terekam data-data mengenai pasien.
B. PENGERTIAN SISTEM INFORMASI
Sesungguhnya yang
dimaksud dengan sistem informasi tidak harus melibatkan komputer. Sistem
Informasi yang menggunakan komputer biasa disebut sistem informasi berbasis
komputer (Computer-Based Information Systems atau CBIS).
Dalam prakteknya, istilah sistem
informasi lebih sering dipakai tanpa embel-embel berbasis komputer walaupun
dalam kenyataannya komputer merupakan bagian yang penting. Yang dimaksudkan
dengan sistem informasi disini adalah sistem informasi yang berbasis komputer.
Sistem Informasi (SI)
atau Information
System (IS) yang menunjukkan
sistem yang dapat menghasilkan informasi yang berguna.
DEFINISI SISTEM INFORMASI
Ada beragam
definisi sistem informasi, sebagaimana tercantum di bawah ini.
Menurut Alter (1992)
Sistem informasi
adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi
informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.
Menurut Bodnar dan Hopwood (1993)
Sistem informasi
adalah kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk
mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.
Menurut Gelinas, Oram, dan Wiggins (1990)
Sistem informasi adalah suatu
sistem buatan manusia yang secara umum terdiri atas sekumpulan komponen
berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk menghimpun, menyimpan, dan
mengelola data serta menyediakan informasi keluaran kepada pemakai.
Menurut Hall (2001)
Sistem informasi
adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikelompokkan, diproses
menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai.
Menurut Turban, McLean, dan Wetherbe (1999)
Sebuah sistem
informasi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan
informasi untuk tujuan yang spesifik.
Menurut Wilkinson (1992)
Sistem informasi
adalah kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia, komputer)
untuk mengubah masukan (input)
menjadi keluaran (informasi), guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan.
Dari berbagai
definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi mencakup sejumlah
komponen (manusia, komputer, teknologi informasi, dan prosedur kerja), ada
sesuatu yang diproses (data menjadi
informasi), dan dimaksudkan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan.
Konsep Dasar Sistem
Sistem : kumpulan dari
elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Menurut
Jerry FithGerald ; sistem adalah suatu jaringan
kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama
untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Karakteristik
Sistem / Elemen Sistem :
·
Memiliki komponen
;
Suatu sistem
terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk
satu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau
bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya,
selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem
mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan
mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai
suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem, misalnya suatu
perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem
yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri
sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian
juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi
adalah subsistemnya.
·
Batas sistem
(boundary) ;
Batas sistem
merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya
atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem
dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup
(scope) dari sistem tersebut.
·
Lingkungan luar
sistem (environment) ;
Adalah apapun di
luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
·
Penghubung sistem
(interface) ;
Merupakan media
penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.
·
Masukan sistem
(input) ;
Merupakan energi
yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan
(maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah
energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input
adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam
sistem komputer, program adalah maintanance input yang digunakan untuk
mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi
informasi.
·
Keluaran sistem
(Output) ;
Merupakan hasil
dari energi yang diolah oleh sistem.
·
Pengolah sistem
(Process) ;
Merupakan bagian
yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
·
Sasaran sistem ;
Kalau sistem
tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.

Klasifikasi
Sistem :
·
Sistem abstrak ; sistem yang
berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik (sistem teologia)
Sistem fisik ; merupakan sistem yang ada
secara fisik (sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dll.)
·
Sistem alamiah ; sistem yang
terjadi melalui proses alam. (sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem
reproduksi dll.
Sistem buatan manusia ; sistem yang dirancang
oleh manusia.
Sistem buatan
manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut human-machine
system (contoh ; sistem informasi)
·
Sistem Tertentu
(deterministic system) ; beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat
diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga
keluaran dari sistem dapat diramalkan (contoh ; sistem komputer)
Sistem tak tentu (probabilistic system) ; sistem yang
kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur
probabilitas.
·
Sistem tertutup
(close system) ; sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem
luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan
dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya
tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed
system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).
Sistem terbuka (open system) ; sistem yang
berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
·
Sistem sederhana
dan Sistem kompleks
Tingkatan
Sistem Informasi
Beberapa jenis TI yang dikembangkan
berdasarkan lini manajerial, memiliki fungsi dan manfaat bagi tiap tingkatan
manajerial. Adapun tingkatan SI tersebut adalah :
1.
Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction
Processing Sytems-TPS). TPS merupakan hasil perkembangan dari pembentukan
kantor elektronik, dimana sebagian dari pekerjaan rutin diotomatisasi termasuk
untuk pemrosesan transaksi. Pada TPS, data yang dimasukkan merupakan data-data
transaksi yang terjadi.
2.
Sistem Informasi Manajemen (SIM).
SIM adalah sebuah kelengkapan
pengelolaan dari proses-proses yang menyediakan informasi untuk manajer guna
mendukung operasi-operasi dan pembuatan keputusan dalam sebuah organisasi.Pada
SIM, masukan yang diberikan berupa data transaksi yang telah diproses, beberapa
data yang asli, model-model pengolahan data.Kemudian data-data tersebut akan
diproses. Proses yang terjadi berupa pembuatan laporan-laporan yang ringkas,
keputusan-keputusan yang rutin dan jawaban dari query yang diberikan.
3.
Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
merupakan peningkatan dari SIM dengan penyediaan prosedur-prosedur khusus dan
pemodelan yang unik yang akan membantu manajer dalam memperoleh alternative
keputusan.
4.
Sistem Informasi e-Business dibangun
untuk menjawab tantangan pengintegrasian data dan informasi dari proses bisnis
berbasis internet.
Lebih spesifik dikenal juga yang disebut
dengan sistem terotomasi ; yang merupakan bagian dari sistem buatan manusia dan
berinteraksi dengan kontrol oleh satu atau lebih komputer sebagai bagian dari
sistem yang digunakan dalam masyarakat modern.
Sistem
terotomasi mempunyai sejumlah komponen yaitu ;
§ Perangkat keras
(CPU, disk, printer, tape).
§ Perangkat lunak
(sistem operasi, sistem database, program pengontrol komunikasi, program
aplikasi).
§ Personil (yang
mengoperasikan sistem, menyediakan masukan, mengkonsumsi keluaran dan melakukan
aktivitas manual yang mendukung sistem).
§ Data (yang harus
tersimpan dalam sistem selama jangka waktu tertentu).
§ Prosedur
(instruksi dan kebijakan untuk mengoperasikan sistem).
Sistem
terotomasi terbagi dalam sejumlah katagori :
¨
On-line systems. Sistem on-line
adalah sistem yang menerima langsung input pada area dimana input tersebut
direkam dan menghasilkan output yang dapat berupa hasil komputasi pada area
dimana mereka dibutuhkan. Area sendiri dapat dipisah-pisah dalam skala,
misalnya ratusan kilometer. Biasanya digunakan bagi reservasi angkutan udara,
reservasi kereta api, perbankan dll.
¨
Real-time systems. Sistem
real-time adalah mekanisme pengontrolan, perekaman data, pemrosesan yang sangat
cepat sehinga output yang dihasilkan dapat diterima dalam waktu yang relatif
sama. Perbedaan dengan sistem on-line adalah satuan waktu yang digunakan
real-time biasanya seperseratus atau seperseribu detik sedangkan on-line masih
dalah skala detik atau bahkan kadang beberapa menit. Perbedaan lainnya, on-line
biasanya hanya berinteraksi dengan pemakai, sedangkan real-time berinteraksi
langsung dengan pemakai dan lingkungan yang dipetakan.
¨
Decision support
system + strategic planning system. Sistem yang memproses transaksi organisasi
secara harian dan membantu para manajer mengambil keputusan, mengevaluasi dan
menganalisa tujuan organisasi. Digunakan untuk sistem penggajian, sistem
pemesanan, sistem akuntansi dan sistem produksi. Biasanya berbentuk paket
statistik, paket pemasaran dll. Sistem ini tidak hanya merekam dan menampilkan
data tetapi juga fungsi-fungsi matematik, data analisa statistik dan
menampilkan informasi dalam bentuk grafik (tabel, chart) sebagaimana laporan
konvensional.
¨
Knowledge-based
system. Program komputer yang dibuat mendekati kemampuan dan pengetahuan
seorang pakar. Umumnya menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak khusus
seperti LISP dan PROLOG.
Sistem
berdasarkan prinsip dasar secara umum terbagi dalam :
·
Sistem
terspesialisasi ; adalah sistem yang sulit diterakpan pada lingkungan yang berbeda
(misalnya sistem biologi; ikan yang dipindahkan ke darat)
·
Sistem besar ; adalah sistem
yang sebagian besar sumber dayanya berfungsi melakukan perawatan harian
(misalnya dinosaurus sebagai sistem biologi menghabiskan sebagian besar masa
hidupnya dengan makan dan makan).
·
Sistem sebagai
bagian dari sistem lain ; sistem selalu merupakan bagian dari sistem yang
lebih besar, dan dapat terbagi menjadi
sistem yang lebih kecil.
·
Sistem berkembang ; walaupun tidak
berlaku bagi semua sistem tetapi hampir semua sistem selalu berkembang.
Pelaku
sistem terdiri dari 7 kelompok :
1. Pemakai ;
Pada umumnya 3
ada jenis pemakai, yaitu operasional, pengawas dan eksekutif.
2. Manajemen ;
Umumnya terdiri
dari 3 jenis manajemen, yaitu manajemen pemakai yang bertugas menangani
pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang terlibat dalam
pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat dalam strategi
perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan. Kelompok
manajemen biasanya terlibat dengan keputusan yang berhubungan dengan orang,
waktu dan uang, misalnya ;
“ sistem tersebut
harus mampu melakukan fungsi x,y,z, selain itu harus dikembangkan dalam waktu
enam bulan dengan melibatkan programmer dari departemen w, dengan biaya sebesar
x”.
3. Pemeriksa ;
Ukuran dan
kerumitan sistem yang dikerjakan dan bentuk alami organisasi dimana sistem
tersebut diimplementasikan dapat menentukan kesimpulan perlu tidaknya
pemeriksa. Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan
ukuran-ukuran standar yang dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis.
4. Penganalisa sistem ;
Fungsi-fungsinya
antara lain sebagai :
-
Arkeolog ; yaitu yang menelusuri bagaimana
sebenarnya sistem lama berjalan, bagaimana sistem tersebut dijalankan dan
segala hal yang menyangkut sistem lama.
-
Inovator ; yaitu yang membantu mengembangkan dan
membuka wawasan pemakai bagi kemungkinan-kemungkinan lain.
-
Mediator ;
yaitu yang menjalankan fungsi komunikasi dari semua level, antara lain
pemakai, manajer, programmer, pemeriksa dan pelaku sistem yang lainnya yang
mungkin belum punya sikap dan cara pandang yang sama.
-
Pimpinan proyek ; Penganalisa sistem haruslah
personil yang lebih berpengalaman dari programmer atau desainer. Selain itu
mengingat penganalisa sistem umumnya ditetapkan terlebih dahulu dalam suatu
pekerjaan sebelum yang lain bekerja, adalah hal yang wajar jika penanggung
jawab pekerjaan menjadi porsi penganalisa sistem.
5. Pendesain sistem ;
Pendesain sistem
menerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan pemakai yang tidak
berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian ditransformasikan ke desain
arsitektur tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer.
6. Programmer ;
Mengerjakan dalam
bentuk program dari hasil desain yang telah diterima dari pendesain.
7. Personel pengoperasian ;
Bertugas dan
bertanggungjawab di pusat komputer misalnya jaringan, keamanan perangkat keras,
keamanan perangkat lunak, pencetakan dan backup. Pelaku ini mungkin tidak
diperlukan bila sistem yang berjalan tidak besar dan tidak membutuhkan
klasifikasi khusus untuk menjalankan sistem.
Hal mendasar dalam pengembangan sistem
Penganalisa sistem merupakan bagian dari tim yang berfungsi mengembangkan sistem yang memiliki daya guna tinggi dan memenuhi kebutuhan pemakai akhir. Pengembangan ini dipengaruhi sejumlah hal,yaitu :
·
Produktifitas, saat ini dibutuhkan
sistem yang lebih banyak, lebih bagus dan lebih cepat. Hal ini membutuhkan
lebih banyak programmer dan penganalisa sistem yang berkualitas, kondisi kerja
ekstra, kemampuan pemakai untuk mengambangkan sendiri, bahasa pemrograman yang
lebih baik, perawatan sistem yang lebih baik (umumnya 50 % sampai 70 % sumber
daya digunakan untuk perawatan sistem), disiplin teknis pemakaian perangkat
lunak dan perangkat pengembangan sistem yang terotomasi.
·
Realibilitas, waktu yang
dihabiskan untuk testing sistem secara umum menghabiskan 50% dari waktu total
pengembangan sistem.
Dalam kurun waktu 30 tahun sejumlah
sistem yang digunakan di berbagai perusahaan mengalami kesalahan dan ironisnya
sangat tidak mudah untuk mengubahnya. Jika terjadi kesalahan, ada dua cara yang
bisa dilakukan, yaitu melakukan pelacakan sumber kesalahan dan harus menemukan
cara untuk mengoreksi kesalahan tersebut dengan mengganti program,
menghilangkan sejumlah statement lama atau menambahkan sejumlah statement baru.
·
Maintabilitas, perawatan
mencakup ;
-
modifikasi sistem sesuai perkembangan perangkat
keras untuk meningkatkan kecepatan pemrosesan (yang memegang peranan penting dalam
pengoperasian sistem),
-
modifikasi sistem sesuai perkembangan kebutuhan
pemakai. Antara 50% sampai 80% pekerjaan yang dilakukan pada kebanyakan
pengembangan sistem dilakukan untuk revisi, modifikasi, konversi,peningkatan
dan pelacakan kesalahan.
Konsep
Dasar Informasi:
Informasi: data yang telah diproses menjadi bentuk yang
memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang
bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi
== input - proses – output.
Data merupakan raw
material untuk suatu informasi. Perbedaan informasi dan data sangat relatif
tergantung pada nilai gunanya bagi
manajemen yang memerlukan. Suatu informasi bagi level manajemen tertentu bisa
menjadi data bagi manajemen level di atasnya, atau sebaliknya.
Representasi informasi: pelambangan
informasi, misalnya: representasi biner.
Kuantitas informasi: satuan ukuran
informasi. Tergantung representasi. Untuk representasi biner satuannya: bit,
byte, word dll.
Kualitas informasi: bias terhadap
error, karena: kesalahan cara pengukuran dan pengumpulan, kegagalan mengikuti
prosedur prmrosesan, kehilangan atau data tidak terproses, kesalahan perekaman
atau koreksi data, kesalahan file histori/master, kesalahan prosedur pemrosesan
ketidak berfungsian sistem.
Umur informasi: kapan atau
sampai kapan sebuah informasi memiliki nilai/arti bagi penggunanya. Ada condition informasion
(mengacu pada titik waktu tertentu) dan operating information (menyatakan suatu perubahan pada suatu range
waktu).
Kualitas Informasi ;
tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :
·
Akurat, berarti informasi harus bebas dari
kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti
informasi harus jelas mencerminkan masudnya.
·
Tetap pada waktunya, berarti informasi yang datang
pada penerima tidak boleh terlambat.
·
Relevan, berarti informasi tersebut menpunyai
manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan
yang lainnya berbeda.
Nilai Informasi ; ditentukan
dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan
bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya
mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis
cost effectiveness atau cost benefit.
Definisi
Sistem Informasi:
Suatu
sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi
penggunanya.
Atau
;
Sebuah
sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk menyediakan informasi
untuk mendukung operasi, manajemen dalam
suatu organisasi.
Sistem ini memanfaatkan
perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur manual, model manajemen
dan basis data.
Dari
definisi di atas terdapat beberapa kata kunci :
1. Berbasis komputer dan Sistem Manusia/Mesin
-
Berbasis komputer: perancang harus memahami pengetahuan komputer dan pemrosesan informasi
-
Sistem manusia mesin: ada interaksi antara manusia sebagai pengelola dan mesin sebagai alat
untuk memroses informasi. Ada
proses manual yang harus dilakukan manusia dan ada proses yang terotomasi oleh
mesin. Oleh karena itu diperlukan suatu prosedur/manual sistem.
2. Sistem
basis data terintegrasi
-
Adanya penggunaan basis data secara bersama-sama
(sharing) dalam sebuah data base
manajemen system.
3. Mendukung Operasi
-
Informasi yang diolah dan di hasilkan digunakan
untuk mendukung operasi organisasi.
Istilah Sistem Informasi
=
Manajemen Information System
=
Information Processing System
=
Information Decision System
=
Information System.
Semuanya mengacu pada sebuah
sistem informasi berbasis komputer yang dirancang untuk mendukung operasi,
manajemen dan fungsi pengambilan keputusan suatu organisasi.
Menurut
Robert A. Leitch ; sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu
organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung
operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan
menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Komponen
Fisik Sistem Informasi:
1.
Perangkat keras
komputer: CPU, Storage, perangkat Input/Output, Terminal untuk interaksi, Media
komunikasi data
2.
Perangkat lunak
komputer: perangkat lunak sistem (sistem operasi dan utilitinya), perangkat
lunak umum aplikasi (bahasa pemrograman), perangkat lunak aplikasi (aplikasi
akuntansi dll).
3.
Basis data: penyimpanan
data pada media penyimpan komputer.
4.
Prosedur: langkah-langkah
penggunaan sistem
5.
Personil untuk
pengelolaan operasi (SDM), meliputi:
-
Clerical
personnel (untuk menangani transaksi dan pemrosesan data dan melakukan inquiry =
operator);
-
First level manager: untuk mengelola
pemrosesan data didukung dengan perencanaan, penjadwalan, identifikasi situasi
out-of-control dan pengambilan keputusan level menengah ke bawah.
-
Staff specialist: digunakan untuk
analisis untuk perencanaan dan pelaporan.
-
Management: untuk pembuatan
laporan berkala, permintaan khsus, analisis khusus, laporan khsusus, pendukung
identifikasi masalah dan peluang.
Aplikasi = program +
prosedur pengoperasian.
HUBUNGAN PENGELOLA DENGAN SISTEM INFORMASI
Pada bagian 1 sudah
disebutkan bahwa salah satu komponen dari sistem informasi adalah personel
sebagai pengelola informasi. Oleh karena itu hubungan antara sistem informasi
dengan pengelolanya sangat erat. Sistem informasi yang dibutuhkan sangat
tergantung dari kebutuhan pengelolanya.
Pengelola sistem informasi
terorganisasi dalam suatu struktur manajemen. Oleh karena itu bentuk / jenis
sistem informasi yang diperlukan sesuai dengan level manajemennya.
Manajemen
Level Atas: untuk perencanaan strategis, kebijakan dan pengambilan keputusan.
Manejemen
Level Menengah: untuk perencanaan taktis.
Manejemen
Level Bawah: untuk perencanan dan pengawasan operasi
Operator: untuk pemrosesan
transaksi dan merespon permintaan.
Untuk pengembangan sebuah
sistem informasi diperlukan struktur manajemen organisasi personil.
Strutktur dasarnya:
Direktur Sistem Informasi
Manajer
Pengembangan Sistem
Analis Sistem
Programmer
Manejer Komputer
dan Operasi.
Variasi struktur manajemen
sangat tergantung pada Managerial Efficiency vs User Service.
PENERAPAN
SISTEM INFORMASI DALAM AKTIVITAS MANUSIA, ANTARA LAIN:
| Sistem reservasi
pesawat terbang: digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani
pemesanan/pembelian tiket
| Sistem untuk
menangani penjualan kredit kendaraan bermotor sehingga dapat digunakan untuk
memantau hutang para pelanggan
| Sistem biometric
yang dapat mencegah orang yang tak berwenang mengakses informasi yang bersifat
rahasia dengan cara menganalisa sidik jari atau retina mata
| Sistem POS
(point-of-sale) yang diterapkan pada pasar swalayan dengan dukungan pembaca
barcode untuk mempercepat pemasukan data
| Sistem telemetri
atau pemantauan jarak jauh yang menggunakan teknologi radio,misal untuk
mendapatkan suhu lingkungan pada gunung berapi atau memantau getaran pilar
jembatan rel kereta api
| Sistem
berbasiskan kartu cerdas (smart card) yang dapat digunakan oleh juru medis
untuk mengetahui riwayat penyakit pasien
| Sistem yang
dipasang pada tempat-tempat public yang memungkinkan seseorang mendapatkan
informasi seperti hotel,tempat pariwisata,pertokoan dll.
| Sistem layanan
akademis berbasis web
| Sistem pertukaran
data elektronis (Electronic Data Interchange / EDI) yang memungkinkan
pertukaran dokumen antar perusahaan secara elektronis dan data yg terkandung
dalam dokumen dapat diproses secara langsung oleh komputer
| E-government atau
system informasi layanan pemerintahan yang berbasis internet..
PERANCANGAN
SISTEM INFORMASI
Perancangan sistem informasi merupakan pengembangan sistem baru dari
sistem lama yang ada, dimana masalah-masalah yang terjadi pada sistem lama
diharapkan sudah teratasi pada sistem yang baru.
SIKLUS
HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
(SYSTEM
DEVELOPMENT LIFE CYCLES - SDLC)
Secara konseptual siklus
pengembangan sebuah sistem informasi adalah sbb :
1. Analisis Sistem: menganalisis dan
mendefinisikan masalah dan kemungkinan solusinya untuk sistem informasi dan
proses organisasi.
2. Perancangan Sistem: merancang output, input,
struktur file, program, prosedur, perangkat keras dan perangkat lunak yang
diperlukan untuk mendukung sistem informasi
3. Pembangunan dan Testing Sistem: membangun
perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem dan melakukan testing
secara akurat. Melakukan instalasi dan testing terhadap perangkat keras dan
mengoperasikan perangkat lunak
4. Implementasi Sistem: beralih dari sistem lama
ke sistem baru, melakukan pelatihan dan panduan seperlunya.
5. Operasi dan Perawatan: mendukung operasi sistem
informasi dan melakukan perubahan atau tambahan fasilitas.
6. Evaluasi Sistem: mengevaluasi sejauih mana
sistem telah dibangun dan seberapa bagus sistem telah dioperasikan.
Siklus tersebut berlangsung secara berulang-ulang. Siklus di atas
merupakan model klasik dari pengembangan sistem informasi. Model-model baru,
seperti prototyping, spiral, 4GT dan kombinasi dikembangkan dari model klasik
di atas.
ANALISIS
SISTEM
Alasan pentingnya mengawali analisis sistem:
1. Problem-solving: sistem lama
tidak berfungsi sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu analisis diperlukan untuk
memperbaiki sistem sehingga dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan.
2. Kebutuhan baru: adanya kebutuhan baru
dalam organisasi atau lingkungan sehingga diperlukan adanya modifikasi atau
tambahan sistem informasi untuk mendukung organisasi.
3. Mengimplementasikan ide atau teknologi baru.
4. Meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan.
Batasan Analisis Sistem:
Aktifitas yang dilakukan dalam analisis sistem harus dapat menjawab
pertanyaan umum, sbb:
1. Sistem baru
apakah yang akan dibangun? atau
2. Sistem apakah
yang akan ditambahkan atau dimodifikasi pada sistem lama yang sudah ada?
Untuk itu secara detail harus dijawab pertanyaan-pertanyaan:
1. Informasi apakah
yang dibutuhkan?
2. Oleh siapa?
3. Kapan?
4. Dimana?
5. Dalam bentuk apa?
6. Bagaimana cara
memperolehnya?
7. Dari mana
asalnya?
8. Bagaimana cara
mengumpulkannya?
Proposal mengadakan analisis
sistem ; Berisi:
1. Definisi yang
jelas dan konsisten tentang alasan untuk analisis
2. Definisi batasan
analisis yang akan dilakukan
3. Identifikasi
fakta yang akan dikumpulkan dan dipelajari selama analisis
4. Identifikasi
sumber dimana fakta dapat diperoleh
5. Uraian tujuan dan
kendala yang mungkin dalam analisis
6. Proyeksi
kemungkinan masalah yang akan terjadi selama analisis
7. Jadwal tentatif
analisis
Sumber-sumber fakta yang
dapat dipelajari untuk analisis sistem:
1.
Sistem yang ada
2. Sumber internal lain: orang, dokumen, dan
hubungan antara orang-organisasi atau fungsi ada
3. Sumber External: interface dengan sistem
lain, seminar, vendor, jurnal, textbook dan informasi atau ilmu lain yang
berada diluar sistem
Kerangka Analisis:
1. Analisis terhadap level pembuat keputusan (manajemen
organisasi): menganalisa organisasi, fungsi dan informasi yang dibutuhkan
beserta informasi yang dihasilkan.
2. Analisis terhadap flow informasi:
mengidentifikasi informasi apa yang diperlukan, siapa yang memerlukan, dari
mana asalnya.
3. Analisis terhadap input dan output.
Dalam analisis ini digunakan teknik dan alat bantu, a.l: interview,
questionaire, observation, sampling and document gathering, charting
(organisasi, flow, dfd, ER, OO, dll), decision table and matric
Laporan hasil analisis:
Laporan hasil analisis harus berisi:
1. Uraian alasan dan
scope (batasan) analisis
2. Deskripsi sistem
yang ada dan operasinya.
3. Uraian tujuan
(objektif) dan kendala sistem
4. Deskripsi tentang
masalah-masalah yang belum teratasi dan potensi masalah
5. Uraian tentang
asumsi-asumsi yang diambil oleh analis sistem selama proses analisis
6. Rekomendasi-rekomendasi
sistem yang baru dan kebutuhannya untuk desain awal
7. Proyeksi
kebutuhan sumber daya dan biaya yang diharapkan termasuk dalam desain sistem
baru atau memodifikasinya. Proyeksi ini termasuk kelayakan untuk proses
selanjutnya.
Katagori aspek kelayakan:
1. Kelayakan teknis: kelayakan perangkat keras
dan perangkat lunak.
2. Kelayakan ekonomi: apakah ada keuntungan atau
kerugian, efisiensi biasa operasional organisasi.
3. Kelayakan operasi: berhubungan dengan
prosedur operasi dan orang yang menjalankan organisasi
4. Kelayakan jadwal: dapat menggunakan
model-model penjadwalan seperti PERT dan GANTT CHART. Apakah jadwal
pengembangan layak atau tidak.
Hasil akhir analisis sistem
(keputusan):
1. Hentikan
pekerjaan, karena proposal tidak layak.
2. Tunggu beberapa
saat, karena masih ada pertimbangan lain.
3. Modifikasi,
manajemen memutuskan untuk memodifikasi prososal dengan subsistem lain.
4. Proses dengan
syarat, ada persyaratan kelayakan.
5. Proses tanpa
syarat, semua syarat terpenuhi. Proposal diterima dan proses dilanjutkan ke
desain awal.
Siklus pengembangan sistem menurut J.F.Kelly ;
1. Penelitian sistem
- Definisi
ruang lingkup.
- Studi
penelitian
2. Analisis dan
desain sistem
- Studi
penelitian
- Pengumpulan
data dan analisis
- Desain
sistem
- Rencana
implementasi
3. Pengembangan
sistem
- Pengembangan
- Pengetesan
- Pengoperasian
- Perawatan
Siklus pengembangan sistem menurut Martin L dan Thomas Harrel ;
1. Konsepsi sistem
2. Analisis
pendahuluan
- Pendefinisan
masalah pendahuluan
- Investigasi
- Persiapan
usulan sistem
3. Desain sistem
- Analisis
terinci
- Mendesain
keputusan
- Mendesain
sasaran
- Rancang
bangun sistem
4. Pemrograman
- Memecahkan
kembali rancang bangun
- Mengembangkan
bagan alir secara garis besar
- Menulis
instruksi program
- Merakit
program
- Mempersiapkan
data untuk tes
- Melakukan
pengetesan
- Mengecek
hasil
- Mendiagnosa
kesalahan
- Membetulkan
program
- Memulai
pengetesan sistem
5. Dokumentasi
6. Instalasi sistem
7. Operasi sistem
PERANCANGAN
SISTEM
Analisis sistem digunakan untuk menjawab pertanyaan what? Sedangkan desain digunakan untuk
menjawab pertanyaan how? Desain
berkonsentrasi pada bagaimana system dibangun untuk memenuhi kebutuhan pada
fase analisis.
Elemen-elemen pengetahuan yang berhubungan dengan proses desain:
1. Sumber daya organisasi: bertumpu pada 5 unsur
organisasi, yaitu: man, machines, material, money dan methods.
2. Informasi kebutuhan dari pemakai: informasi yang
diperoleh dari pemakai selama fase analisis sistem.
3. Kebutuhan sistem: hasil dari analisis
sistem.
4. Metode pemrosesan data, apakah: manual,
elektromechanical, puched card, atau computer base.
5. Operasi data. Ada beberapa operasi dasar data, a.l:
capture, classify, arrange, summarize, calculate, store, retrieve, reproduce
dan disseminate.
6. Alat bantu desain, seperti: dfd, dcd, dd,
decision table dll.
Langkah dasar dalam proses desain:
1. Mendefinisikan tujuan sistem (defining system
goal), tidak hanya berdasarkan informasi pemakai, akan tetapi juga berupa
telaah dari abstraksi dan karakteristik keseluruhan kebutuhan informasi sistem.
2. Membangun sebuah model konseptual (develop a
conceptual model), berupa gambaran sistem secara keseluruhan yang menggambarkan
satuan fungsional sebagai unit sistem.
3. Menerapkan kendala2 organisasi (applying
organizational contraints). Menerapkan kendala-kendala sistem untuk memperoleh
sistem yang paling optimal. Elemen organisasi merupakan kendala, sedangkan
fungsi-fungsi yang harus dioptimalkan adalah: performance, reliability, cost, instalation schedule, maintenability,
flexibility, grouwth potensial, life expectancy. Model untuk sistem optimal
dapat digambarkan sebagai sebuah model yang mengandung: kebutuhan sistem dan
sumber daya organisasi sebagai input; faktor bobot terdiri atas fungsi-fungsi
optimal di atas; dan total nilai yang harus dioptimalkan dari faktor bobot
tersebut.
4. Mendefinisikan aktifitas pemrosesan data (defining data
processing activities).
Pendefinisian ini dapat
dilakukan dengan pendekatan input-proses-output. Untuk menentukan hal ini
diperlukan proses iteratif sbb:
a. Mengidentifikasn
output terpenting untuk mendukung/mencapai tujuan sistem (system’s goal)
b. Me-list field
spesifik informasi yang diperlukan untuk menyediakan output tersebut
c. Mengidentifikasi
input data spesifikik yang diperlukan untuk membangun field informasi yang
diperlukan.
d. Mendeskripsikan
operasi pemrosesan data yang diterapkan untuk mengolah input menjadi output
yang diperlukan.
e. Mengidentifikasi
elemen input yang menjadi masukan dan bagian yang disimpan selama pemrosesan
input menjadi output.
f. Ulangi langkah
a-e terus menerus samapi semua output yang dibutuhkan diperoleh.
g. Bangun basis data
yang akan mendukung efektifitas sistem untuk memenuhi kebutuhan sistem, cara
pemrosesan data dan karakteristik data.
h. Berdasarakan
kendala-kendala pembangunan sistem, prioritas pendukung, estimasi cost
pembangunan; kurangi input, output dan pemrosesan yang ekstrim
i.
Definisikan berbagai titik kontrol untuk mengatur
aktifitas pemrosesan data yang menentukan kualitas umum pemrosesan data.
j.
Selesaikan format input dan output yang terbaik
untuk desain sistem.
5. Menyiapkan proposal sistem desain. Proposal ini
diperlukan untuk manajemen apakah proses selanjutnya layak untuk dilanjutkan
atau tidak. Hal-hal yang perlu disiapkan dalam penyusunan proposal ini adalah:
a. Menyatakan ulang
tentang alasan untuk mengawali kerja sistem termasuk tujuan/objektif khusus dan
yang berhubungan dengan kebutuhan user dan desain sistem.
b. Menyiapkan model yang sederhana akan tetapi menyeluruh
sistem yang akan diajukan.
c. Menampilkan semua
sumber daya yang tersedia untuk mengimplementasikan dan merawat sistem.
d. Mengidentifikasi
asumsi kritis dan masalah yang belum teratasi yang mungkin berpengaruh terhadap
desain sistem akhir.
Sedangkan format dari
proposal desain ini sangat berfariasi akan tetapi mengandung hal-hal di atas.
Prinsip
Dasar Desain
1. Desain sistem
monolitik. Ditekankan pada integrasi sistem. Resource mana yang bisa
diintegrasikan untuk memperoleh sistem yang efektif terutama dalam cost.
2. Desain sistem
modular. Ditekankan pada pemecahan fungsi-fungsi yang memiliki idependensi
rendah menjadi modul-modul (subsistem fungsional) yang terpisah sehingga
memudahkan kita untuk berkonsentrasi mendesain per modul. Sebuah sistem
informasi dapat dipecah menjadi 7 subsistem fungsional, a.l: data
collection, data processing, file update, data storage, data retrival,
information report dan data processing controls.
Petunjuk umum dalam desain
subsistem fungsional sebuah sistem informasi:
1. Sumber data
sebaiknya hanya dikumpulkan sekali sebagai input ke sistem informasi.
2. Akurasi sumber
data sangat tergantung pada banyaknya langkah untuk me-record, collect dan
prepare data untuk prosessing. Semakin sedikit langkah semakin akurat.
3. Data yang dihasilkan dari sistem berbasis komputer
sebaiknya tidak dimasukkan lagi ke sistem.
4. Pewaktuan yang
diperlukan untuk mengumpulkan data harus lebih kecil dari pewaktuan informasi
tersebut diperlukan.
5. Perlu pemilihan
cara pengumpulan data yang paling optimal
6. Pengumpulan data
tidak harus on-line, melainkan tergantung dari kebutuhan informasi.
7. Semua sumber data
harus dapat di validasi dan diedit segera setelah di kumpulkan.
8. Data yang sudah
divalidasi, sebaiknya tidak divalidasi pada proses selanjutnya.
9. Total kontrol
harus segera di cek lagi sebelum dan sesudah sebuah aktifitas prosesing yang
besar dilakukan.
10. Data harus dapat
disimpan hanya di 1 tempat dalam basis data kecuali ada kendala sistem.
11. Semua field data
sebaiknya memiliki prosedur entri dan maintenance.
12. Semua data harus
dapat dicetak dalam format yang berarti untuk keperluan audit.
13. File transaksi
harus di maintain paling tidak dalam 1 siklus update ke basis data.
14. Prosedur backup
dan security harus disediakan untuk semua field data.
15. Setiap file non
sequential perlu memiliki prosedur reorganisasi secara periodik.
16. Semua field data
harus memiliki tanggal update/akses penyimpanan terakhir.
Untuk menganalisa sistem
secara efektif, kita membutuhkan lebih dari sekedar perangkat permodelan; yaitu
metode. Metode ini dari waktu ke waktu berubah sesuai dengan perkembangan
teknologi. Siklus ini cenderung menglami perubahan yang berarti dengan
ditemukannya bahasa generasi keempat dan terakhir generasi kelima dimana
pendekatan dengan paradigma object-oriented dan kompatibilitas antar model.
Pada dasarnya ada dua metode
pendekatan dalam membangun sistem, yang pertama yaitu top-down. Pada metode ini
sistem yang diturunkan dari pemetaan secara global yang kemudian akan menurun
ke arah yang lebih deskriptif. Metode ini dianalogikan sebagai pembuatan rumah
yang dimulai dari aspek yang paling mendasar yaitu pondasi hingga ke bagian
terkecil misalnya sebuah kran pada kamar mandi. Metode kedua yaitu bottom-up,
dimana sistem dipetakan dari satuan terkecil sehingga ke satuan terbesar,
misalnya perakitan mobil. Pada awal 1980_an mulai dikenal teknik pendesainan
terstruktur dengan menggunakan konsep pararel dan siklus, misalnya antara uji
coba program dan pemrograman dapat dilakukan kerja pararel dan seandainya ada
sesuatu yang salah ketika implementasi maka dilakukan survey, analisa dan
desain ulang yang menggantikan metode pendesainan klasik yang cenderung serial.
Pada prinsipnya aktivitas
pendesainan sistem secara terstruktur melingkupi :
§ Survey ; berfungsi untuk mengetahui kebutuhan
pemakai, kesalahan-kesalahan dalam sistem lama, menetapkan tujuan perancangan,
mengajukan usulan otomasi sistem yang layak dan dapat diterima, dan menyiapkan
laporan survey yang berisi tentang segala sesuatu, pada poin di atas.
§ Analisa sistem ; menggabungkan laporan
survey dan kebijakan pemakai menjadi spesifikasi yang terstruktur dengan
menggunakan permodelan.
§ Desain ; mengimplementasikan model yang diinginkan
pemakai.
§ Implementasi ; merepresentasikan hasil
desain ke dalam pemograman.
§ Uji coba desain ; menguji coba seluruh
spesifikasi terstruktur.
§ Testing akhir ; menguji sistem secara
keseluruhan.
§ Deskripsi prosedur ; pembuatan laporan teknis
tertulis seperti petunjuk pemakaian dan pengoperasian.
§ Konversi database ; mengkonversi data,
soalnya kata data sudah berarti jamak pada sistem sebelumnya.
§ Instalasi ; aspek terakhir yang mesti
dilakukan mencakup, serah terima manual, perangkat keras dan pelatihan
pemakaian.
Pada dasarnya ada dua metode pendekatan dalam
membangun sistem, yaitu :
v Top-down. Pada metode ini sistem yang diturunkan dari pemetaan
secara global yang kemudian akan menurun ke arah yang lebih deskriptif. Metode
ini dianalogikan sebagai pembuatan rumah yang dimulai dari aspek yang paling
mendasar yaitu pondasi hingga ke bagian terkecil misalnya sebuah kran pada
kamar mandi.
v Bottom-up, dimana sistem dipetakan dari satuan terkecil sehingga
ke satuan terbesar, misalnya perakitan mobil.
Pada prinsipnya aktivitas pendesainan
sistem secara terstruktur melingkupi :
§ Survey ; berfungsi untuk mengetahui kebutuhan pemakai,
kesalahan-kesalahan dalam sistem lama, menetapkan tujuan perancangan,
mengajukan usulan otomasi sistem yang layak dan dapat diterima, dan menyiapkan
laporan survey yang berisi tentang segala sesuatu, pada poin di atas.
§ Analisa
sistem ; menggabungkan laporan survey dan kebijakan
pemakai menjadi spesifikasi yang terstruktur dengan menggunakan permodelan.
§ Desain ; mengimplementasikan model yang
diinginkan pemakai.
§ Implementasi ; merepresentasikan hasil
desain ke dalam pemograman.
§ Uji
coba desain ; menguji coba seluruh spesifikasi
terstruktur.
§ Testing
akhir ; menguji sistem
secara keseluruhan.
§ Deskripsi
prosedur ; pembuatan laporan teknis tertulis seperti
petunjuk pemakaian dan pengoperasian.
§ Konversi
database ; mengkonversi data, soalnya kata data sudah
berarti jamak pada sistem sebelumnya.
§ Instalasi ; aspek terakhir yang mesti dilakukan mencakup, serah
terima manual, perangkat keras dan pelatihan pemakaian.
Langganan:
Postingan (Atom)